Olah data
Bissmillahhiroohmanirrohiim...
Kami datang membantu kalian yang ingin meraih gelar sarjana atau sedang menyelesaikan tugas/karya ilmiah yang berbasis penelitian dengan output berupa data. Dan bingung mau olah data dimana.
Kami menawarkan "Jasa Olah Data" bagi mahasiswa yang membutuhkan. Inshaa Allah biaya Mahasiswa aliass MURMER Murah Meriah. Dan kami bertanggung jawab penuh dengan data anda sampai di ACC oleh pembimbing (hanya data yg di ACC ya bkn smuanya hehe)
So, bagi kalian yang berminat silahkan hubungi kami.
https://line.me/R/ti/p/%40qxe5555a
Atau search di Line @qxe5555a
Khususnyaa buat kaliaan anak kedokteran gigi yang pusing masalah olahdata skripsinya atau bingung olahdata hasil Penelitiannya dan mau konsultasi dengan bahasa medis KEDOKTERAN GIGI monggoo segera hubungi kamii..
Begitupula teruntuk anak Kedokeran yang mau berdiskusi olahdata dengab bahasa KEDOKTERAN monggoo hubungi kami.
Harga terjangkau.
-Labibah SPSS-
Wednesday, 30 November 2016
Thursday, 27 August 2015
Interpretasi Radiografi
1. a). Tampilkan salah satu Ronsen Foto (Radiografi Periapikal) gigi Molar Bawah dalam keadaan normal.
b). Jelaskan Gambaran radiografi dari struktur gigi dan jaringan pendukungnya dalam keadaan normal (sesuai gambar 1 a)
Jawab : a).
b). A. Email
B. Dentin
C. CEJ
D. Ruang Pulpa
E. Saluran Akar
F. Apeks
G. Periodontal
H. Sementum
I. Tulang Alveolar
2. a). Tampilkan salah satu hasil foto panoramik
b). Jelaskan Interpretasi Radiografi dari semua struktur yang terlihat pada foto tersebut.
Jawab : a).
b).
1. Kondil
2. Proc. Koronoideus
3. Septum nasal
4. Foramen insisivus
5. Sinus maksila
6. Bayangan tulang hyoid
7. Fossa mandibula
8. Eminensia artikularis
9. Arkus zigomatikus
10. Kanalis mandibula
11. Linea oblique eksterna
12. Sudut gonial
13. Fossa nasalis
14. Dasar sinus maksilaris
15. Dinding anterior sinus maksilaris
16. Palatum durum
17. Orbita
18. Foramen mentale
19. Gigi impaksi
20. Tuberositas maksilaris
21. Retromolar pad
3. Jelaskan teknik foto Radiografi Periapikal.
Jawab : Ada dua teknik dalam pengambilan radiografi periapikal yaitu teknik paralel dan bisecting. Secara prosesnya hampir sama, perbedaannya kalau paralel menggunakan film holder sedangkan bisecting dapat digunakan tanpa film holder. Teknik foto ronsen periapikal secara umum adalah sebagai berikut :
- Jelaskan pada pasien tentang cara kerja pada waktu pengambilan foto.
- Pasien diinstruksikan untuk menanggalkan segala yang menyebabkan gambaran radiopak pada radiogram, misalnya : gigi palsu, plat orto, kacamata, jepit rambut, anting.
- Instruksikan dan bantu pasien menggunakan apron.
- Perhatikan posisi pasien, letakkan kepala pasien pada tempat yang benar di sandaran kepala dan dental unit dan instruksikan untuk tidak menggerakkan kepalanya.
- Letakkan film pada gigi yang akan dibuat radiograf. Kemudian ajarkan pada penderita bagaimana memegang film tersebut dalam mulut.
- Arahkan cone pada gigi yang akan dibuat radiograf dengan sudut yang sudah diatur dengan benar
- Atur waktu paparan dan nyalakan waktu tanda radiasi. Operator berdiri 3 meter di belakang tabung atau di belakang pelindung yang dilapisi timah hitam sebesar 2 mm
- Instruksikan pasien untuk tidak menggerakkan kepala, kemudian tekan tombol switch
- Setelah selesai dilakukan pemajanan, bersihkan film dari saliva
- Lakukan pemrosesan : developing – rinsing – fixing – washing, kemudian lakukan pengeringan.
4. Jelaskan teknik Radiografi Shift.
Jawab : Teknik foto Radiografi Shift/ tube shift technique atau yang biasa juga disebut buccal object (teknik pergeseran tabung) adalah sebagai berikut :
- Jelaskan pada pasien tentang cara kerja pada waktu pengambilan foto.
- Pasien diinstruksikan untuk menanggalkan segala yang menyebabkan gambaran radiopak pada radiogram, misalnya : gigi palsu, plat orto, kacamata, jepit rambut, anting.
- Instruksikan dan bantu pasien menggunakan apron.
- Perhatikan posisi pasien, letakkan kepala pasien pada tempat yang benar di sandaran kepala dan dental unit dan instruksikan untuk tidak menggerakkan kepalanya.
- Lakukan pemotretan dengan sudut vertikal dan horizontal yang sesuai (cone lurus). Kemudian dilakukan pemotretan dengan mengubah sudut cone lebih mengarah ke distal (Horisontal Angulation) ataul ebih mengarah ke atas (Vertikal Angulation)
- Apabila objek bergerak searah pergeseran cone maka objek berada di lingual, sebaliknya apabila objek bergerak berlawanan arah dengan pergeseran cone maka objek berada di bukal, dan bila ternyata objek tidak bergerak maka objek terletak pada bidang vertikal yang sama dengan objek referensi.
5. Jelaskan interpretasi Radiografi dari kelainan-kelainan sebagai berikut :
a. Abses Periapikal
Jawab : Pada pemerikasaan rontgen akan tampak gambaran radiolusen pada daerah periapikal dan berbatas tidak jelas.
b. Kista Periapikal
Jawab : Dalam pemeriksaan rontgen akan terlihat daerah bulat radiolusen pada periapikal berbatas jelas dengan garis yang gelap dan radiopak.
c. Granuloma
Jawab : Tampak gambaran radiolusen dengan batas tepi yang kadang terlihat jelas pada periapikal.
d. Periodontitis
Jawab : Tampak radiolusen di ligamentum periodontal Atau tampak penebalan ligamentum periodontal.
e. Abses Periodontal
Jawab : Pada pemerikasaan rontgen akan tampak gambaran radiolusen pada daerah periodontal gigi dan berbatas tidak jelas.
f. Ameoblastoma
Jawab : Pada pemeriksaan rontgen tampak radiolusen dalam tulang dengan ukuran bervariasi kadang single atau multilokuler (soap bubble appearance), bisa terdapat resorpsi akar pada gigi yang bersangkutan.
g. Kista Dentigeros
Jawab : Pada pemeriksaan rontgen tampak daerah bulat radiolusen berbatas jelas pada mahkota gigi biasanya terdapat pada gigi molah ketiga bawah.
DAFTAR PUSTAKA
1. Gunawan M. Radiografi. Intra Oral. Jakarta : EGC, 2013.
2. Radiografi Dental. Available from : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40227/4/Chapter%20II.pdf . di akses tanggal 29 Mei 2015.
3. Boel, T. 2009, Dental Radiologi: Prinsip dan Teknik, USU Press, Medan.
Wednesday, 26 August 2015
TUTORIAL STOMATOGNATI 2 ORAL SURGERY
1. Definisi
Gigi Terbenam/Impaksi :
-
gigi yang tidak memiliki kekuatan untuk erupsi atau gigi
yang terletak dibawah mukosa.
-
Situasi gigi yang terletak sedemikin rupa
sehingga tidak bisa berupsi normal
-
Gigi yang erupsinya terhalang oleh gigi
tetangganya, tulang sekitarnya atau jaringan patologis dimn gigi letaknya tidak normal pada lengkung gigi normal.
-
Keadaaan jika suatu gigi terhalang erupsi
untuk mencapai kedudukan yang normal dimana impaksi dapat berupa gigi yang
tumbuhnya terhalang sebagian atau seluruhnya oleh gigi tetangga, tulang, atau
jaringan lunak sekitarnya.
2. Frekuensi
Gigi Terbenam :
-
Molar ketiga RB (Paling Banyak)
-
Molar ketiga RA
-
Caninus RA
-
Premolar RB
-
Caninus RB
-
Premolar RA
-
Incisivus Centralis RA
-
Incisivus Lateralis RA
3. Klasifikasi
Gigi Impaksi :
-
Menurut Pell dn Gregory
A. Berdasarkan
Jarak tepi anterior ramus mandibula
1. Klas
I : Jarak Molar kedua ke tepi anterior ramus > dari mesio distal mahkota
gigi impaksi.
2. Klas
II : Jarak Molar kedua ke tepi anterior ramus < dari mesiodistal mahkota
gigi impksi
3. Klas
III : Tidak ada ruang ntara Molar kedua ke tepi anterior ramus, sehingga gigi
tertanam di ramus.
B. Berdasarkan
Kedalaman Gigi Impaksi
1. Klas
A : Permukan oklusal gigi impaksi sejajar / sedikit rendah dari permukaan Molar
kedua.
2. Klas
B : Permukaan oklusal gigi impaksi berada ditengah-tengah mhkota Molar kedua
atau sejajar garis servikal.
3. Klas
C : Permukaan oklusal gigi impaksi berada dibawah servikal Molar kedua.
-
Menurut Winter
Berdasarkan Posisi
Molar ketiga terhadap Molar kedua :
Vertikal, Horizontal,
Inverted, Mesio-angular, Disto-angular, Buko-angular, Linguo-angular, unusual
position.
-
Menurut Thoma ( Berdasarkan kurvatur
akar gigi Impaksi )
a. Akar
gigi impaksi lurus
b. Akar
Melengkung pada sebuah posisi distal
c. Akar
melengkung secara mesial
-
Menurut Killey dan Kay :
a. Gigi Erupsi
b. Gigi Erupsi sebagian
c. Gigi tidak erupsi
4. Tanda dan gejala Klinis :
- Inflamasi
- Resorbsi gigi tetangga
- Kista
- Rasa sakit disekitar gusi
- Fraktur rahang
- Bau mulut akiba infeksi
-Rasa sakit kepala, telingan dan leher
- Pembengakakn sekitar rahang
- Kemerahan pada gusi
- Rasa tidak nyaman ketika mengunyah sesuatu.
5.
Prosedur penegakkan diagnosa
-
Pemeriksaan Subjektif :
Wanita
usia 21 tahun
Sakit
pada gigi belakang kanan bawah
Sakit
kepala yang dirasakan hilang timbul
sejak 1 tahun yang lalu
-
Pemeriksaan Objektif
Ekstra
Oral :
Intra
Oral : -gigi 48 tidak erupsi dan Gusi
sekitr gigi 48 mengalami peradangan
-
Pemeriksaan Penunjang
-
Radiografi : panoramic dan periapikal
Diagnosis
: Gigi Impaksi
Pemeriksaan
Intra Oral
6.
Etiologi gigi impaksi
·
Menurut teori Mendel :
-
Jaringan sekitar gigi yang terlalu padat
-
Persistensi gigi sulung
-
Tanggalnya gigi sulung yang terlalu
cepat
-
Tidak adanya tempat bagi gigi untuk
erupsi
-
Rahang terlalu sempit oleh karena
pertumbuhan tulang rahang yang kurang.
·
Menurut Bishara :
-
Faktor Primer : Trauma pada gigi sulung,
Benih gigi mengalami rotasi, Tanggal premature gigi sulung.
-
Faktor Sekunder : Keainan endokrin,
defisiensi Vitamin D dan febrile disease.
·
Menurut Berger :
1. Causa
Lokal
-
Abnormalitas posisi gigi
-
Tekanan dari gigi tetangga
-
Penebalan tulang yang mengelilingi gigi
tersebut
-
Kurangnya tempat untuk gigi bererupsi
-
Gigi decidui persistensi
-
Pencabutan prematur gigi decidui
2.
Causa Umur
-
Causa prenatal Ã
keturunan dan misconseption
-
Causa post natal Ã
TBC, Anemia, Sifilis, dll
-
Kelainan Pertumbuhan Ã
Oxycephli, Progeria, Achondroplasia.
1. Kekurangan
ruang
2. Kista
3.
Gigi supernumery
4. Retensi
gigi sulung
5. Gigi
impaksi
6. Trauma
7. Anomali
8. Kondisis
sistemik
7.
Patomekanisme :
Terjadi
kronologi pertumbuhan Molar ketiga :
-
Tahap inisiasi terjadi pada umur 3,5 – 4
tahun, dimana tahap inisasi addalah permulaan kuntum gigi dari jaringan epitel
mulut
-
Kalsifikasi, terjadinya pada umur 8-10
tahun
-
Tahap erupsi pada umur 17-21 tahun
-
Pembentukan akar selesai pada umur 18-25
tahun
8.
Penyebab Rasa sakit kepala pada kasus :
-
Merupakan tanda / symptom dari
trigeminal neuralgia yang merupakn nervus -pada otot pengunyahan.
-
Gigi menekan N.Alveolaris inferior pada
canalis mandibula. Nervus ini melalui permukaan medial M.Pterygoideusinernius
dari areri maxillaries interna.
9.
Faktor-faktor yang diperhatikan sebelum
perawatan :
-
Hubungan dari gigi tetangga terhadpa
gigi impaksi
-
Klasifikasi gigi Impaksi
-
Hubungan antara gigi impaksi dengan
canalis mandibula
-
Hubungan antara gigi impaksi dengan
sinus maksillaris
-
Cara pengambilan gigi impaksi
-
Keadaan gigi
-
Pemilihan instrument
10.
Indikasi dan Kontraindikasi :
Indikasi
:
-
Karies
-
Penyakit Periodontal
-
Resorbsi eksternl dan internal
-
Kista dan tumor odontogenik
-
Rasa Sakit
-
Mendukung penanganan ortodontik
-
Fraktur mandibula
-
Gigi RA dan RB dengan morfologi akar
yang tidak biasa
-
Hipersementosis
-
Gigi ankilosis
-
Gigi Impaksi dan semi impaksi
-
Usia periode emas dan sebelum mineralisasi tulang (15-25thn)
-
Bila terdapt infeksi
-
Trdapat keluhan rasa sakit
-
Gigi impaksi mendesak molar kedua
Kontraindikasi
:
-
Usia yang ekstrim
-
Status Kesehatan yang berbahaya
-
Pasien tidak mau dicabut giginya
-
Kemungknana kerusakan pada struktur
penting sekitarnya
-
Kemampuan pasien terganggu untuk
menghadapi pembedahan, baik fisik maupun mental.
-
Panjang akar tidak mencapai 1/3 atau 2/3
-
Bila tulang menutupi gigi dan tertanam
terlalu banyak
-
Bila tulang yang menutupinya sangat
terminerlisasi dan padat yaitu pada pasien yang berusia > 26 tahun atau usia
lanjut.
11.
Perawatan yang dapat dilakukan
Odontektomi
: Tindakan pengeluaran gigi secara bedah, diawali dengan pembutan
flapmukoperiosteal, diikuti dengan pengambilan tulang undercut yang menghalangi
pengeluaran gigi tersebut.
Prosedur
:
-
Anastesi
-
Desain Flap
-
Insisi dan Pembuatan desain Flap
-
Pengambilan tulang yang menutupi gigi
imapksi
-
Pemotongan yang terencana
-
Luksasi dan pengambilan gigi impaksi
-
Membersihan sisa folikel
-
Melakukan Suturing
-
Memberi Obat
-
Instruksi Pasca Bedah
-
Kontrol dan buka Jahitan
12.
Faktor Penyulit dalam melakukan
perawatan :
-
Kurvatura akar yang abnormal
-
Ankilosis
-
Hypersementosis
-
Dekatnya akar Molar ketiga RA dan Sinus
maksillaris
-
Dekatnya akar Molar ketiga RB dan
canalis madnibula
-
Gigi Mola ketiga befusi ddengan Molar
kedua
13.
Instruksi Pasca bedah :
Menyampaikan
kepada pasien
-
Menggunakan obat sesuai yang dianjurkan
dalam resep
-
Hindari makanan yang keras
-
Jangan Mengisap-isap daerah sekitar
bekas operasi.
-
Fungsi kunyah dikurangi.
-
Lakukan pengompresan pda wajah
-
Jangan minum alcohol
-
Jangan mengunyah permen karet dan
merokok
-
Istirahat yang cukup
-
Jangan mengemudi kendaraan saat
mengkonsumsi obat analgesic
-
Memberitahukan kondisi yang biasa
terjadi seperti rasa sakit, pembengkakan, perdarahan.
14.
Komplikasi
a.
Numbness
Rasa
prasthesia yang terjadi karena cederanya nerves Sensorik pada tindakan operasi
odontectomi gigi impaksi Molar ketiga rahang bawah sering terjadi.
b.
Trismus
Kesukaraan
membuka mulut karena danya radang yang terjadi setelh dilakukan operasi baik kemungkinan
akibat trauma maupun factor bakteri.
c.
Fraktur mandibula
Terjadi
bilamana operator memaksakan melakukan elevasi gigi dengan kekuatan pada
keadaan mandibula yang fragil
d.
Excessive Bleeding
Terjadi
akibat tindakan elevasi gigi pada saat operasi, imana letak akar dekat dengan
canalis mandibula dengan gerakan elvasi tersebut dapat mencederai arteri vena
alveolaris.
e.
Respon Fisiologis Normal
Perdarahan,
pembengkakan, rasa nyeri 4-7 hari
f.
Dry soket
Gangguan
penyembuhan akibat kombinasi bakteri anaerob dengan saliva.
15.
Dampak Jika gigi impaksi tidak ditangani
-
Akan terjadi inflamasi berupa
perikoronitis
-
Resorbsi gigi tetangga
-
Terjadinya kista
-
Adanya rasa sakit, dapat berupa sakit
kepala, migraine dan pusing
-
Menganggu fungsi pengunyahan
-
Menganggu dan sebagai penyebab rusaknya
gigi didepannya, bisa berupa karies akiat sering terjai food impaction.
16.
Pencegahan terjadinya gigi impaksi
-
Konsumsi Makanan Bernutrisi
-
Menghindari trauma pada gigi sulung
-
Melatih perkembangan otot pengunyahan
-
Memperbesar lengkung rahang secara dini
Subscribe to:
Posts (Atom)



